32 Tahun yang Berkesan Bersama Kuncup

Catatan Seorang Guru Kampung, adalah edisi kedua dari refleksi saya tentang siswa-siswi kelas X IPS 2 SMA Kanaan Jakarta, agar alurnya jelas lihat dulu tulisan yang pertama, klik. 
***
Pak jangan terlalu memikirkan kelas X 2, santai saja pak, semua akan baik-baik saja kok 
kata Efan anak Timor yang suka membantu dan tidak segan menolong jika melihat gurunya mengalami kesulitan. Dia muridku yang paling besar badanya di kelas X 2, hahaee...”

Setidaknya itulah pesan via line yang masuk ke ponselku saat itu. “ah Efan, baik bangat ne anak”, itu kesanku pada pria hitam manis ini.

Semuanya berlalu dengan cepat dan menghadirkan sejuta kesan tersendiri. Diawali 7 September 2016. Itu hari ulang tahunku. Lakon klasik siswa kelas X 2 ciptakan hari itu, jujur membuat saya sangat marah.  Bagimana tidak, ada saja ulah si David dengan celenehannya yang membuatku kesal, ditambah lagi idealisme dari Justin yang cenderung menciptakan ketidakharmonisan kelas; wah parah benar-benar buatku pusing hari itu.

Tiba-tiba Hellen datang menghampiriku di kantor;  “pak.............” tak berlanjut kemudian berlalu, karena jawaban yang kuberikan hanya tatapan sinis tanpa kata, karena saya sangat jengkel dengan masalah keterlambatan gadis ini.

Jam pun berganti dan saya harus masuk kelas X 2, pelajaran Bahasa Indonesia. Dengan sedikit emosi yang kutahan, melangkah dengan gonta,trak, trak, trak; langkah yang kuayunan tak beraturan, seolah mewakili perasaanku hari itu yang tidak bersahabat. Treeeeee..e..e..k, pintu kubuka, dan astaga kelas seperti kapal pecah (sebutan untuk kelas yang berantakan). Apa yang kulakukan, hanya diam membisu sambil memperhatikan seisi kelas.

Dimana yang lainya” tanya saya. “Tahu pak, di luar kali jawab Rico sekenanya saja dari pojok sana. Astaga, gusar abis de pokoknya. 

Drama tak berhenti di situ, kemudian Merlyn, seolah tanpa dosa bertanya, “emang kenapa pak?”, wah benar-benar si bocah ....”. Tak kuhiraukan pertanyaan tersebut, mungkin itu yang terbaik jika tidak emosi meledak. Begitulah kondisi pskologisku hari itu. Dengan satu harapan, cukup sudah anak-anak, jangan ciptakan drama lagi karena saya sudah sangat marah. Bukan harapan tersebut yang kudapat melainkan drama super kejam lagi yang dihadirkan. Rico, David, Feliks, seolah tidak memperdulikan keberadaanku malah sibuk sendiri dengan urusannya. Klimaks dari semuanya adalah sebagian besar dari mereka malah mondar-mandir di kelas, seolah tidak ada guru. Kemarahanpun sudah memunjak dan tak terbendung lagi, “woooooiii”; Belum selesai frasa tak beraturan itu terucap, pintu terbuka dan lagu selamat ulang tahun dinyayikan. Sebuah kue ulang tahun lengkap dengan lilinya menghampiri meja guru kelas X 2. Wah jujur saya hampir putus napas saat itu, antara bahagia, marah, kesal, dan senang berkolaborasi menjadi satu. Hanya diam, jujur saya tidak bisa berpikir normal karena ini kejutan hari ulang tahun yang paling menakjubkan yang pernah kualami. Terima seluruh siswa kelas X IPS 2. Ini semua sangat istimewa dan bermakna buat saya. Buat JL, Nely, Hellen, Angel, dan siapa saja di balik layar dari rencana ini, hanya ada kata terima kasih dan doa yang tulus yang bisa kuujudkan buat kalian semua.
32 Tahun yang Berkesan Bersama Kuncup
Terima Kasih Kuncup telah menjadi Bagian dari Perjalanan Seorang Guru Kampung

Untuk guru bangsa dimana saja menggabdi, lakukan pekerjaan dengan hati, buat yang terbaik dari apa yang bapak dan ibu bisa berikan untuk kebaikan para murid; maka cinta dan apresiasi akan diperoleh.@BERSAMBUNG---
******
32 Tahun yang Berkesan Bersama Kuncup
Kegilaan yang kami ciptakan bersama di suatu momen ulang tahun muridku

Cinta seorang guru di era yang baru tidak harus dengan disiplin yang kaku, apalagi mati gaya. Cukup dengan mendengar dan bersikap empati pada siswa, sembari maksimal bekerja maka penguasaan kelas yang baik akan jadi milikmu bapak ibu guru yang yang hebat. Setidaknya itulah pengalaman seorang guru kampung macam saya. Semoga bisa melahirkan ide kreatif baru dalam berkarya. Salam untukmu guru bangsa.
Baca Juga:
Pengakuan Murid Menginspirasiku dalam Berkarya

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "32 Tahun yang Berkesan Bersama Kuncup"

Posting Komentar

Tinggalkan kesan bahwa anda pernah singgah, walau hanya sesaat.