Tentang Makar dan Gubanesia

TENTANG MAKAR HINGGA TERBENTUKNYA GUBANESIA

Sekilas tentang Gubanesia.

Gubanesia atau singkatan dari Guru Bahasa Indonesia adalah nama sebuah blog personal yang dikelola oleh Martin Karakabu seorang guru Bahasa Indonesia. Muatan konten yang dihadirkan tentu seputar materi mengajar Bahasa Indonesia, konsep Bahasa Indonesia secara umum (fokusnya lebih kepada opini). Selain itu karena dikelola oleh guru maka segala hal ikwal tentang guru maupun siswa (Baca: remaja) juga dihadirkan dalam penulisan di blog ini. Termasuk di dalamnya adalah silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran maupun soal-soal Bahasa Indonesia.

Gubanesia hadir dan ada dengan satu visi yakni berbagi agar Bahasa Indonesia semakin berarti di hati penuturnya sendiri.


BACA JUGA:


TENTANG MAKAR

Ini tidak muda, apalagi dikelola oleh guru kampung yang gagap teknologi macam saya. Oleh karena itu, visi yang kedua adalah terus belajar agar berarti. Artinya gubanesia sebagai sebuah wadah yang berfungsi sebagai tempat saya belajar. Apa yang dipelajari?. Banyak yang harus dipelajari, mulai dari menulis dengan baik, belajar tentang seluk beluk blog, dan banyak hal hal lain agar semakin berarti. 
Jadi  gubanesia adalah wadah saya untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang profesi saya (guru Bahasa Indonesia), sekaligus tempat saya belajar.
Kapan lulus atau tepatnya kapan selesai belajar?. Jawabanya adalah tidak ada batas waktu, karena seorang guru merupakan seorang pembelajar seumur hidup. Agar berarti maka harus semakin banyak belajar, itulah komitmen dari guru era baru abad 21.

Tentang Penulis Gubanesia Blog.

Saya adalah seorang guru kampung dan dengan bangga menyebutnya, karena dari orang kampung saya belajar tentang nilai dan norma, usaha dan kerja keras.

TENTANG MAKAR HINGGA TERBENTUKNYA GUBANESIA
Bersama anak-anak distrik Fef Kab. Papua Barat
Lahir sebagai anak kampung; Detunglikong nama dusunku. Sepertinya tidak pernah dengar nama itu, jika ada yang berpendapat demikian maka itu adalah pandangan yang paling benar, karena dusunku terletak di pelosok negeri ini. Nusa Tenggara Timur (NTT), Kabupaten Sikka; familiar disebut Maumere atau Mof (maumere of flores), kecamatan Nita, Desa Nirangkling, Dusun Detunglikong, itulah tanah kelahiranku. Ooouuu, yayayaya....”

Sejak usia 3 tahun merantau ke tanah Papua, Kabupaten Jayapura. Sebagian besar hidup saya berada di bumi Cenderawasih, negeri elok yang menginspirasi kurang lebih 25 tahun. 4 Tahun menyelesaikan pendidikan keguruan di Universitas Cenderawasih (Uncen). Bekerja sebagai seorang Jurnalis, mengabdi sebagai LSM, hingga menjadi guru, semuanya dimulai dari ujung Timur Indonesia itu.

Awal tahun 2013, karena cinta yang memanggil (Baca: Istriku) maka dengan berat hati harus meninggalkan tanah Papua. Kini saya bekerja sebagai staf guru Bahasa Indonesia di SMA Kanaan Jakarta, daerah Kemayoran Jakarta Pusat. Di sinilah tempat yang “memaksaku” untuk terus belajar tentang banyak hal, dan belajar dari setiap pengalaman dan perjumpaan dengan siapa saja.

Ya, semoga lulus, meski hidup tidak meminta untuk dipelajari karena hidup itu sendiri adalah pembelajaran; dan lulusnya adalah jaminan surga yang abadi. Semoga*
***

TENTANG MAKAR HINGGA TERBENTUKNYA GUBANESIA
Saya (memakai dasi) bersama staf guru SMA Kanaan Jakarta
Selain mengajar dan terus belajar dari siswa dan para guru yang hebat. Sayapun belajar menulis dari para siswa yang mengampuh eskul jurnalistik di SMA Kanaan Jakarta, dengan menjadi pembina eskulnya. Lho pembina kok belajar, ya ialah, ilmu sosial itu terus tumbuh dan berkembang, bukan seperti matematika yang 5 X 5 =25 sejak lahir hingga kini sama nilainya 25. Oleh karena itu,...
siapapun janganlah berhenti dengan suatu prestasi atau gelar akademik tertentu, teruslah belajar termasuk seorang pembina eskul jurnalistik dari kampung macam saya. Wajib hukumnya untuk terus belajar, jika ingin menjadi lebih baik.
Adakah hal lain yang dilakukan selain belajar, ooou ada.

Apa itu?

Menulis.

Apakah anda seorang penulis?

Bukan.

Lantas apa?

Ya belajar menulis di blog. Ada beberapa blog yang saya kelola sekaligus sebagai wadah saya untuk melatih keterampilan menulis.

1.    Martin Karakabu

Blog dengan alamat  http://martinusruma.blogspot.co.id adalah blog pertama saya. Blog ini awalnya saya beri nama Catatan Perjalanan, Catatan Waktu, Jejak Kaki, hingga Bahasa Latin kupakai dalam penamaan blog tersebut. Hingga lelah akhirnya saya putuskan sudahlah namanya Martin Karakabu saja.
Awalnya blog ini berisi sejumalah opini yang pernah saya tulis, kemudian saya coba memfokuskan pada permasalahan pendidikan, guru, dan Bahasa Indonesia hingga kini. Mungkin sesekali blog tersebut saya isi dengan opini terkini. Saat ini blog tersebut jarang “dijamah”, maksudnya di update karena pengaturan HTML yang tidak kupahami, menyebabkan kecepatan loading yang lambat.
Mengapa tidak dihapus saja?. Pernah berpikir demikian, tetapi ku’urungkan niatnya karena blog tersebut adalah bukti dari perjalanan saya belajar blog dan menulis.

2.    Cape Makar

Cape Makar yang merupakan bentuk pendek dari Catatan Perjalanan Martin Karakabu. Yaitu sebuah blog personal yang saya buat khusus untuk catatan perjalanan dan refleksi dari perjalanan yang telah dilewati.

Apakah hal-hal seperti ini penting?.
Ini pertanyaan yang sulit tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Tentunya juga latar belakang pendidikan, budayalah yang mengkontruksi berpikir seseorang sehingga sampai pada kesimpulan soal penting atau tidak penting tersebut.

Menurut saya setiap perjalanan (pada tataran harafia hingga reflektif) selalu menghadirkan kisahnya tersendiri. Ada suka maupun duka. Hal-hal tersebutlah yang ditulis. Untuk apa, apakah mendatangkan uang, wah lagi-lagi pertanyaan sulit.
Soal uang itu urusan nanti, namun yang paling penting menurut saya adalah dokumentasi hidup sebagai bahan untuk diceritakan kembali kepada anak dan cucu kelak, kalau saya pernah ada buat mereka.   
3.    Gubanesia

Inilah blog yang saya khususkan untuk berbagai dan belajar bersama dengan siswa, atau siapa saja yang mau mendiskusikan hal ikwal tentang guru, siswa, dan Bahasa Indonesia. Inilah blognya. Inti dari kehadiran blog ini karena permasalahan yang mendera blog utama saya dengan nama Martin Karakabu yang telah saya ulas di bagian atas tadi.

Blog – blog yang saya ulas termasuk blog SMA Kanaan. Semua itu hadir karena keinginan untuk terus belajar dan dengan dilandasi semangat berbagi. Harapan saya semoga blog-blog saya berarti bagi yang membutuhkan informasi atau apapun itu.
Saya percaya dengan menulis hal yang positif, kita telah menitipkan suatu kebaikan untuk negeri dan terutama untuk bekal bagi generasi sesudah kita. * (Martin Karakabu, si guru Kampung)

 Penjelasan Istilah :

1.    Makar                     : Martin Karakabu
2.    Gubanesia              : Guru Bahasa Indonesia
3.    Cape Makar            : Catatan Perjalanan Martin Karakabu

BACA JUGA:





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tentang Makar dan Gubanesia"

Posting Komentar

Tinggalkan kesan bahwa anda pernah singgah, walau hanya sesaat.