Belajar Karya Ilmiah, Yuk!

Belajar Karya Ilmiah, Yuk!
Gambar ilustrasi/dokumentasi pribadi
Denger kata Karya Ilmiah aja bagi banyak remaja pasti udah bikin mual. Ya, sekilas bahasan Karya Ilmiah identik sama orang yang berkacamata tebel, saban hari mainnya di perpustakaan, dan berkutat pada hal yang tidak mengasyikkan. Tapi ternyata, secara ngga sadar semua orang hampir pasti bakal butuh yang namanya pembuatan Karya Ilmiah.

Jangan kaget dulu dan jangan panik dulu, karena Karya Ilmiah ngga selamanya serem, kok! Karya Ilmiah kemungkinan besar bakal kita hadapi entah sering atau hanya beberapa kali. Contoh paling gampang salah satu jenis Karya Ilmiah itu Skripsi. Siapa yang bisa lulus kalo nggak bisa dan nggak bersedia bikin skrispi?

Kecuali dengan cara-cara yang diharamkan Pak Haji Roma, nggak bakal bisa dapetin gelar sarjana kalo nggak bikin skripsi. Ini baru salah satu contoh aja, masih ada jenis karya ilmiah lainnya yang mungkin bakal dihadapi dalam hidup. Maka dari itu, yuk belajar karya ilmiah dari sekarang!

Karya Ilmiah? Makanan apaan itu?


Bagi yang belum tau, Karya Ilmiah itu tulisan atau laporan yang berisi hasil penelitian atau pengkajian suatu teori atau masalah oleh seseorang atau sekelompok orang. Menurut ahlinya sih begitu, Sob! (bukan menurut ane pastinya).

Karya ilmiah dibuat karena emang dibutuhkan dan dirasa penting. Dibuatnya juga punya kriteria khusus misalnya ada etika penelitian yang harus ditaati, dan kaidah kebahasaan yang baku dan emang udah disepakati.

Ribet ye?

Tapi emang gitulah hidup. kadang ribet kadang ribet banget, hehe. Tapi sebenernya kalo udah belajar gimana Karya Ilmiah yang bener, termasuk gimana cara buatnya pasti bakal gampang, kok!

Karya ilmiah dibuat harus punya dasar yang jelas. Data, metode, dan sumber referensi juga kudu benar dan akurat. Nanti, setelah Karya Ilmiah jadi bakal juga dijadiin sumber referensi orang lain yang kemungkinan bakal melanjutkan penelitian yang serupa. Tujuannya ya jelas biar ilmu pengetahuan makin berkembang.

Kenapa disebut Ilmiah?


Busyet banyak tanya lu, Tong! Hahaha. Tapi nggakpapa, banyak tanya artinya banyak tidak tahu. Banyak tidak tahu artinya lu emang harus tanya! Penjelasan kenapa disebut karya ilmiah karena penyusunan laporan atau tulisannya memakai etika keilmuan yang jelas. Data diolah pake metode yang pasti, peneltian berasal dari survey atau kajian yang juga akurat.

Jenis-jenis Karya Ilmiah


Nah, biar makin cinta maka baiknya kenal dulu deh sama jenis-jenis karya ilmiah. Apa aja sih yang bisa disebut karya ilmiah?

·         Artikel

Menurut disiplin karya ilmiah, artikel disini beda sama pemahaman artikel biasa. Artikel karya ilmiah itu hasil dari penelitian yang isinya lebih padat dan jelas. Nantinya, aritkel ini bakal dimasukin atau dipublikasikan untuk khalayak ramai melalui jurnal.

·         Makalah

Sering denger kata makalah, kan? Nah, makalah juga termasuk karya ilmiah. Tapi yang bisa disebut karya ilmiah ya makalah yang ditulis serius bukan cuma asal numpuk tugas aja, Sob! Makalah itu karya ilmiah yang isinya pembahasan suatu topik yang sifatnya objektif-empiris.

·         Paper Work

Paper work penjelasannya mirip sama makalah. Tapi yang satu ini dibuat lebih mendalam analisanya untuk disajikan di seminat atau lokakarya. Biasanya acara ginian yang hadir ilmuan-ilmuan. Buat lu yang ngerti karya ilmiah aja enggak, ngga bakal diundang deh!

·         Skripsi

Nah ini dia momok semua mahasiswa. Namanya udah sering didenger, sering juga jadi bahan meme saking menderitanya mahasiswa ngerjain skripsi. Skripsi juga termasuk karya ilmiah yang isinya penelitian mahasiswa S-1, didukung data yang sifatnya obejektif-empiris dan digunakan biar bisa dapet gelar sarjana dari universitas.

·         Tesis
Kalo skripsi buat mahasiswa S-1, nah Tesis ini buat mahasiswa S-2. Tesis dibuat lebih mendalam dan juga diharapkan bisa menghasilkan teori atau pengetahuan baru. Buat yang lulus skripsi aja belum, udah deh ngga perlu mikir keras Tesis itu kayak gimana! Hehe.

·         Disertasi
Nah yang satu ini tingkatan paling tinggi diatas skripsi dan tesis buat mahasiswa S-3 biar dapet gelar Doktor.

Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif


Jenis penelitian yang paling sering dipakai dan dibahas itu jenis penelitian kualitatif dan kuantitatif. Dikalangan mahasiswa S-1, pasti istilah ini udah sering banget didenger. Apa sih bedanya penelitian kuantitatif sama kualitatif? Apa mereka saudaraan?

·         Penelitian Kuantitatif


Buat yang neliti pake metode kuantitatif, penelitiannya biasanya lebih luas dan lebih kompleks. Penelitiannya lebih terencana dan terstruktur. Metode kuantitatif bakal banyak menggunakan angka, mulai dari pengumpulan datanya sampai nanti pemamaparan hasil karya ilmiahnya.

Nah, yang paling gampang dan mudah diingat sama penelitian kuantitatif itu penelitian yang mengamati tingkah laku atau pendapat manusia pake kuesioner. Kuesioner itu berupa kumpulan pertanyaan ilmiah yang ujung-ujungnya bakal diolah dan bisa didapet inti kesimpulannya.

Olah datanya juga pake metode yang ribet, karena penelitian ini bisa menghasilkan data yang akurat dan menggunakan instrument penelitian yang udah teruji. Jadi, hasil peneltiannya bisa akurat banget, Sob! Bukan asal nyebar kuesioner aja.

·         Penelitan Kualitatif


Nah bedanya penelitan kualitatif itu ngga pake acara ngumpulin data pake kuesioner. Kalo penelitian kuantitatif pake pendekatan etis yang ngumpulin data pake instrumen yang jelas, kalo penelitian kualitatif pake pendekatan emik yang ngandelin cerita dan data narasumber aja buat nantinya diolah. Teknik pengambilan datanya pake wawancara sama observasi langsung. (Admin Gubanesia)



Yuk nulis karya ilmiah.....,


Baca Juga:



Cara Menulis Opini Bagi Pemula

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Belajar Karya Ilmiah, Yuk!"

Posting Komentar

Tinggalkan kesan bahwa anda pernah singgah, walau hanya sesaat.