GURU BLOGGER

guru blogger

Sidang pembaca terkasih, ini adalah tulisan bersambung; agar memahami alur dari tulisan ini, disarankan untuk membaca bagian pertamanya yang berjudul TIDAK ADA ANAK YANG SULIT, YANG ADA HANYA ORANG TUA DAN GURU YANG KESULITAN MENDIDIK ANAK.

2014 merupakan tahun kedua saya di SMA Kanaan Jakarta. Variasi metode yang tidak berhasil di tahun pertama telah mengantarkan saya pada suatu kesimpulan bahwa kemasan pelajaran harus berbasis pada teknologi kekinian.

Demi mengawali komitmen ini, pertama-tama saya meminta siswa membuat grup line. Setiap kelas harus mempunyai grup line untuk memudahkan komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar Bahasa Indonesia. Selanjutnya grup-grup tersebut menjadi media saya dan siswa untuk berkomunikasi dan belajar Bahasa Indonesia tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Bagaimana caranya?

Saya membuat blog dengan platform blogspot versi gratisan. Blog tersebut saya beri nama gubanesia yang artinya guru Bahasa Indonesia. Selanjutnya saya mengisi materi pelajaran Bahasa Indonesia, tugas-tugas yang harus dikerjakan sampai dengan nilai yang diperoleh siswa pada blog itu. Semua tentang Bahasa Indonesia. Selanjutnya di share melalui grup line. Tahap berikutnya, saya sebagai guru harus siap dengan gadget untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa terkait tugas dan lain-lain secara online.



Saya cukup berhasil dalam menggunakan cara ini, siswa tertarik dan saya menjadi idola baru bagi siswa karena menciptakan cara belajar versi mereka. Bahasa Indonesia yang dulunya membosankan bagi mereka kini berubah menjadi yang dinanti –nanti di hadapan kelas. Mengapa?. Sebab, siswa menunggu informasi hasil tugasnya sudah dipublish di blog atau belum, sebagai syarat bahwa siswa yang bersangkutan telah berhasil mencapai KKM. Jika karya siswa tidak terpublish sampai batas waktu yang ditentukan, itu artinya yang bersangkutan harus berusaha lebih keras lagi karena belum mencapai standar minimal yang diberikan. Pengalaman saya menggunakan cara ini, sebagian besar siswa sangat antusias dan maksimal dalam mengerjakan tugas yang diberikan karena mereka tidak ingin menjadi nomor dua. Semangat kompetisi sangat terlihat saat saya menggunakan cara ini. Sebagian dari siswa mengutarakan niatnya untuk membuat blog dan menuliskan pengalaman-pengalamannya. Akhirnya saya putuskan untuk menciptakan pelajaran Bahasa Indonesia berbasis blog.

Baca juga:


GURU BLOGGER SOLUSI ALTERNATIF DALAM MENJAWAB TANTANGAN MENGAJAR DI ERA DIGITAL


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "GURU BLOGGER"

Posting Komentar

Tinggalkan kesan bahwa anda pernah singgah, walau hanya sesaat.