Tidak Ada Anak yang Sulit, yang ada Hanya Orang Tua dan Guru yang Kesulitan Mendidik Anak

Tidak Ada Anak yang Sulit, yang ada Hanya Orang Tua dan Guru yang Kesulitan Mendidik Anak
Bersama kuncup/dokumentasi pribadi
 “Tidak ada anak yang sulit, yang ada hanya orang tua dan guru yang kesulitan dalam mendidik anak” (Roswitha, IX : 2009). 

Kutipan di atas saya ambil untuk menjawab pandangan generasi X yang merasa seolah-olah masanya adalah suatu situasi yang paling benar daripada generasi saat ini (baca: generasi Y). Mungkin diantara kita pernah mendengar ungkapan-ungkapan seperti ini:

1.Anak-anak zaman sekarang susah diatur, baik itu dari para guru maupun orang tua.

2.Beda banget dengan zaman kita sekolah dulu; dulu itu,…”. Jika sampai pada bagian ini lantas semua memori masa lalu diungkapkan, dan kesannya seperti sedang mengadili generasi saat ini.

3.Ada juga kisah ibu-ibu arisan, “ini semua gara-gara warnet di situ, di sana, di sini. Semenjak adanya warnet nilai anak saya turun”.

Kegagalan dalam mendidik generasi milenial akhirnya pada taraf keputusasaan, maka benda mati seperti warnet pun disalahkan. Siapa sebenarnya yang salah



Tulisan sederhana yang saya beri judul, GURU BLOGGER SOLUSI ALTERNATIF DALAM MENJAWAB TANTANGAN MENGAJAR DI ERA DIGITAL ini, hadir bukan untuk menggurui sidang pembaca yang terhormat melainkan sekedar berbagi tentang pengalaman saya sebagai guru dalam menjawab tantangan mengajar di era digital.

Bukan juga tulisan ilmiah popular yang penuh data, hanya catatan pengalaman seorang guru kampung biasa. Berharap di tangan guru bangsalah pandangan miris tentang generasi saat ini dicerahkan dan membawa pembaharuan pada dunia pendidikan melalui kecanggihan teknologi saat ini. Goresan pena yang jauh dari sempurna ini terdiri dari enam sub judul.

1.Sub judul yang pertama tentang masa peralihan saya dari Papua menuju Jakarta. Bagian ini saya ingin berkisah tentang kesulitan dan tantangan mengajar di era digital. Pesan yang ingin saya sampaikan adalah dimana saja kita mengabdi sebagai guru selalu punya kisah tentang kesulitan dalam mendidik anak bangsa, namun selalu ada jalan keluar jika mau berusaha.

2.Sub judul kedua soal guru blogger, di sini saya ingin berbagi tentang peran teknologi, khususnya blog bisa mengatasi kesulitan belajar di era digital.

3.Sub judul yang ketiga, tentang cara memanfaatkan platform blog gratisan untuk belajar Bahasa Indonesia. Bagian ini bukan tutorial cara membuat blog, melainkan cara sederhana untuk membiasakan siswa mencintai dunia literasi melalui menulis di blog.

4.Sub judul yang keempat saya ingin meyakinkan sidang pembaca bahwa pengalaman yang saya alami dan lakukan memiliki teori yang mendukung. Penekanannya adalah pada mau atau tidaknya seorang pendidik menerima perkembangan teknologi yang dihadirkan zaman ini.

5.Sub judul yang kelima penutup berisi kesimpulan.

6.Sub judul yang keenam berisi tentang tindak lanjut. Bagian ini saya ingin mengajak segenap pemangku kebijakan, ketika membaca tulisan saya dan setuju bahwa ada manfaatnya maka tindak lanjutnya seperti apa. Tidak perlu mengikuti saran saya jika tidak berfaedah, tetapi setiap orang punya pandangan, maka mari kita wujud nyatakan pandangan yang kreatif dan inovatif untuk kebaikan bersama.



Mari berpikir untuk kemajuan bersama, bagian pertama bersambung    

Ini adalah tulisan bersambung, edisi lengkapnya baca di sini GURU BLOGGER SOLUSI ALTERNATIF DALAM MENJAWAB TANTANGAN MENGAJAR DI ERA DIGITAL

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tidak Ada Anak yang Sulit, yang ada Hanya Orang Tua dan Guru yang Kesulitan Mendidik Anak"

Posting Komentar

Tinggalkan kesan bahwa anda pernah singgah, walau hanya sesaat.