Inilah Unsur-Unsur yang Membangun Cerpen dan Penjelasannya

Inilah Unsur-Unsur yang Membangun Cerpen dan Penjelasannya
Gambar ilustrasi

Cerita pendek atau yang dikenal dengan cerpen, memiliki beberapa unsur yang berada langsung di dalam teks. Maksudnya tanpa unsur-unsur tersebut sebuah cerpen tidak mungkin bisa ditulis atau diceritakan (lisan). Istilah yang dikenal dalam pelajaran Bahasa Indonesia ialah unsur intrinsik.  

Berikut ini unsur-unsur intrinsik yang dimaksud:

Tema

Tema adalah gagasan yang menjalin struktur isi cerita. Tema suatu cerita menyangkut segala persoalan, baik itu berupa masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, kecemburuan, dan sebagainya. Untuk mengetahui tema sebuah cerita, diperlukan apresiasi menyeluruh terhadap berbagai unsur karangan itu.

Tema jarang ditulis secara tersurat oleh pengarangnya. Untuk dapat merumuskan tema, kita perlu terlebih dahulu mengenali rangkaian peristiwa yang membentuk alur cerita dalam cerpen itu.

Amanat

Amanat merupakan ajaran atau pesan yang hendak disampaikan pengarang. Amanat dalam cerpen umumnya bersifat tersirat; disembunyikan pengarangnya di balik peristiwa-peristiwa yang membentuk isi cerita. Kehadiran amant, pada umumnya tidak bisa lepas dari tema cerita. Misalnya, apabila tema cerita tentang perjuangan kemerdekaan, maka amant ceritanya pun tidak jauh dari pentingnya mempertahankan kemerdekaan.

Penokohan

Penokohan merupakan cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita.

Berikut ini cara-cara penggambaran karakteristik tokoh.


1.  Teknik Analitik Langsung

Alam termasuk siswa yang paling rajin di antara teman-temannya. Ia pun tidak merasa sombong walaupun berkali-kali mendapat juara bela diri. Sifatnya yang demikianlah yang membuat Alam banyak disenangi oleh teman-temannya.


2.  Penggambaran Fisik dan Perilaku Tokoh

Seperti sedang berkampaye, orang-orang desa itu serentak berteriak-teriak! Mereka menyuruh camat secepatnya keluar. Tak lupa mereka mengacung-acungkan tangannya, walaupun dengan perasaan yang masih juga ragu-ragu. Malah di antara mereka sibuk sendiri menyeragamkan acungan tangannya, agar tidak kelihatan berbeda dengan orang lain. Sudah barang tentu, suasana di sekitar kecamatan menjadi riuh. Bukan saja oleh demonstaran-demonstran dari desa itu, tetapi juga oleh orang-orang yang kebetulan lewat dan ada di sana.


3.  Penggambaran Lingkungan Kehidupan Tokoh

Desa Karakabu tidak kebagian aliran listrik. Padahal kampung-kampung tetangganya sudah pada terang semua.


4.  Penggambaran Tata Kebahasaan Tokoh

Dia bilang, bukan maksudnya menyebarkan provokasi. Tapi apa yang diucapkannya benar-benar membuat orang sedesa marah.


5.  Pengungkapan Jalan Pikiran Tokoh

Ia ingin menemui anak gadisnya tanpa ketakutan, ia ingin mendekapnya, mencium bau keringatnya. Dalam pikiranya, Cuma anak gadisnya yang masih mau menyambut dirinya. Dan mungkin ibunya, seorang janda yang rentah tubuhnya, masih berlapang dada menerima kepulangannya.


6.  Penggambaran oleh Tokoh Lain

Ia paling pandai bercerita, menyanyi dan menari. Tak jarang ia bertandang ke rumah sambil membawa aneka brosur barang-barang promosi. Yang menjengkelkan saya seluruh keluargaku jadi menaruh perhatian padanya.


Alur

Alur merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat atau pun bersifat kronologis. Pola pengembangan suatu cerpen beragam.

Pola-pola pengembangan cerita harus menarik, mudah dipahami, dan logis. Jalan cerita suatu cerpen kadang-kadang berbelit-belit dan penuh kejutan, juga kadang-kadang sederhana.

Latar

Latar meliputi tempat, waktu dan budaya yang digunakan dalam suatu cerita. Latar dalam suatu cerita bisa bersifat faktual atau bisa juga yang imajinasi. Latar berfungsi memperkuat atau mempertegas keyakinan pembaca terhadap jalannya cerita. Dengan demikian, apabila pembaca sudah menerima latar itu sebagai suatu kebenaran maka dia pun akan lebih siap dalam menerima pelaku maupun kejadian-kejadian yang berada dalam latar itu.

Gaya Bahasa

Dalam cerita penggunaan bahasa berfungsi untuk menciptakan suasana persuasif dan merumuskan suatu dialog yang mampu memperlihatkan hubungan antara sesama tokoh. Kemampuan sang penulis menggunakan bahasa secara cermat dapat menghadirkan suasana simpatik atau menjengkelkan, objektif atau emosional. Selain itu, bahasa dapat menghadirkan suasana yang tepat untuk adegan seram, romantik, atau pun kekerasan. Bahasa dapat juga digunakan oleh pengarang untuk menandai karakter seorang tokoh dalam cerpen.


**

Demikian unsur-unsur intrinsik yang membangun suatu cerpen. Dalam tulisan ini tokoh sebagai salah satu unsur intrinsik tidak dimasukan dengan pemahaman sudah menjadi satu kesatuan penjelasan pada unsur penokohan. (Admin Gubanesia)


Baca juga:





Sumber gambar diambil dari: Blog maple kita. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah Unsur-Unsur yang Membangun Cerpen dan Penjelasannya"

Posting Komentar

Tinggalkan kesan bahwa anda pernah singgah, walau hanya sesaat.