Bahagiaku Karena Lelah Menghargai Orang Lain: Wei Yu Tung Catatan Reflektif


Dia melihat “bahagia” dari sudut pandang yang tidak biasa. Bahagia baginya adalah lelah dan mampu menghargai orang lain. Sesuatu yang tidak lazim di zaman now. Simak ulasannya lebih lanjut berikut ini;

Bahagiaku Karena Lelah Menghargai dan Menghormati Orang Lain: Wei Yu Tung Catatan Reflektif
Salah satu kegiatan Character Camp di Gunung Pancar yang memanfarkan rona bahagia, canda, tawa, walau kesal/dokumentasi pribadi.








24 April 2018 murid kelas 10 SMAK Kanaan melakukan kegiatan Character Camp di Gunung Pancar. Kegiatan selama 2 hari 1 malam tersebut bertujuan untuk membentuk mental dan karakter siswa-siswi.  

Character Camp di Gunung Pancar memberiku banyak pengalaman yang berharga. Mulai dari pengalaman yang bahagia, menyebalkan, dan lainnya. Satu hal yang menjadikan saya bahagia adalah lelahku.

mengapa?

Jawabannya karenakan saat berada di gunung Pancar, saya mengalami yang namanya lelah dan hal negatif lainnya. Namun lelah ini selalu membawakan buah yang manis yaitu kebahagiaan. Contohnya saat sedang hiking di gunung Pancar, walaupun saya dan kelompok saya sudah lelah , cape, dan lainnya, tetapi hal itu membuat kami bahagia karena bisa bersenda gurau, tertawa lepas, dan menghirup udara segar.

Contoh yang lain, saat kami melakukan kesalahan dan dimarah oleh guru; awalnya kami merasa marah , jengkel , dan lelah. Namun hal itu pun membawa bahagia karena itu artinya guru masih menyayangi dan peduli kepada kami.

Jadi walaupun lelah, sulit, menyebalkan, tetapi saya tetap merasa bahagia. Itulah kesan yang saya dapatkan selama mengikuti kegiatan Character Camp di Gunung Pancar.

***

Siapa bilang dalam kelelahan tidak merasa bahagia?
Bahagiaku Karena Lelah Menghargai dan Menghormati Orang Lain: Wei Yu Tung Catatan Reflektif
Saling tolong menolong sebagai makluk sosial. Salah satu nilai hidup yang diajarkan saat kegiatan Character Camp di Gunung Pancar/dokumentasi pribadi.


Cobalah melihat sekelilingmu dan lakukan pertolongan dengan apa yang kalian bisa lakukan. Bisa juga menerapkan sikap tolong menolong, saling menghargai, dan menghormati orang yang lebih tua terimalah senyum mereka; itu bahagiaku dari sisi yang lain. “Bukankah kalian pun merasa senang saat orang lain menghargai dan menghormatimu?”, lakukan hal yang sama pada orang lain dan rasakan bahagianya dihargai dan dihormati orang lain. (Wei Yu Tung | X IPA / 12 April 2018)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bahagiaku Karena Lelah Menghargai Orang Lain: Wei Yu Tung Catatan Reflektif "

Posting Komentar

Tinggalkan kesan bahwa anda pernah singgah, walau hanya sesaat.