Kapan Tempo Kita Jumpa Lagi: Zefanya, Refleksi Live In 2018 Plono Jogja

Kapan Tempo Kita Jumpa Lagi: Zefanya, Refleksi Live In 2018 Plono Jogja
Melepas lelah dalam perjalanan Jakarta Jogja, Insret: Rumah Makan Bumi Ayu/Dokumentasi pribadi

27 April 2018, hari itu adalah hari yang paling ku tunggu-tunggu. Memangnya ada apa pada hari itu ? mungkin itu pertanyaan yang akan muncul. Apakah itu hari ulang tahunku? Atau ulang tahun mamaku? Tampaknya tidak. Hari itu adalah hari dimana saya dan teman-teman akan berangkat untuk kegiatan Live in. Lain keinginan lain kenyataan, bukannya naik pesawat terbang melewati angin dan burung-burung di langit, tetapi kami pergi dengan menggunakan bis handoyo melewati jalan pergunungan yang berliku-liku, seperti jalan hidupku. Tidak seburuk ekspektasiku, bis yang kami tumpangi sangat baik dan berharga bagiku dan teman-teman ku.
            
Kapan Tempo Kita Jumpa Lagi: Zefanya, Refleksi Live In 2018 Plono Jogja
Kondisi dalam bus yang mengantarkan rombongan live in SMA Kristen Kanaan Jakarta tahun 2018/Dokumentasi pribadi
Kami berkumpul dan berangkat dari sekolah pada pukul 19:00, di dalam bis kami bercanda tawa dengan teman – teman meskipun tak lama kemudian kami semua tertidur karena perjalanan yang terasa sangat lama dikarenakan kondisi jalan yang ramai dan kebetulan hari itu adalah hari libur nasional. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 7 jam di bis akhrinya kami berhenti di rest area untuk melepas lelah dan mengisi perut. Setelah makan kami pun melanjutkan perjalanan lagi pada pukul 03:20 dan seperti biasa pada awal naik ke bis kami bercanda tawa namun selang beberapa lama pasti kalian tahu apa yang terjadi, ya kami tertidur pulas hehehe.
            
14 jam berlalu aku pikir kami sudah dekat dengan tempat tujuan kami. Namun ternyata baru setengah jalan, seharusnya pada perkiraan waktu jam 9 atau 10 kami sudah sampai di tempat tujuan. 16 jam berlalu, 18 jam berlalu 20 jam berlalu akhirnya kami sudah dekat dengan tempat tujuan kami setelah 21 jam di perjalanan akhirnya kami sampai di tempat tujuan yaitu desa plono, pagerharjo, samigaluh. Setelah sampai di tempat tujuan kami di sambut dengan sangat baik setelah kami turun kami di suruh segera berkumpul di gereja kristen jawa untuk makan dan briefing pembagian rumah orang tua asuh yang akan kami tempati selama 3 hari kedepan.
            
Setelah pembagian rumah dan briefing selesai, aku dan 2 orang teman yang tinggal serumah denganku yaitu vincent dan welly berkenalan dengan orang tua asuh kami. Beliau bernama ibu supriyati, panggil saja ibu supri begitu katanya. Setelah berkenalan dan mengobrol sebentar, kami langsung mengambil barang – barang bawaan kami untuk langsung menuju ke rumah ibu supri. Ternyata rumah ibu supri dengan gereja tempat kami briefing tidak terlalu jauh. Sesampainya kami di rumah ibu supri, kami membereskan barang bawaan kami di kamar yang telah di sediakan. Lalu kami mengobrol di ruang tamu dengan ibu supri.
            
Setelah lama mengobrol dengan bu supri, ternyata beliau tinggal seorang diri di rumahnya karena anaknya bekerja di jogja sebagai guru sd. Beliau juga memiliki beberapa lahan pertanian di dekat rumahnya. Karena asik mengobrol waktu pun menunjukan pukul 9 malam. Lalu kami pamit untuk beristirahat di kamar masing – masing.
            
Keesokkan paginya kami ikut bu supri untuk pergi belanja ke pasar. Setelah kepasar kami sarapan dirumah dan siap – siap untuk ibadah di gereja. Disini aku sebagai panitia live in ikut ambil bagian untuk mengajar di sekolah minggu pada hari itu. Yang ku lihat saat aku ikut duduk dengan anak – anak disana adalah tawa meraka yang tulus dan kemauan mereka untuk datang beribadah meskipun rumah mereka banyak yang jauh dari gereja dan melewati medan yang cukup berat. Dan merekapun mau mendengarkan dengan tenang saat kami menceritakan firman tuhan dan mereka dengan sangat antusias menjawab pertanyaan dan games yang kami buat. Itu adalah salah satu pengalaman yang berharga dan mengajarkan aku banyak hal. Karena jujur terkadang aku masih malas – malasan untuk pergi beribadah dan menggangap ibadah itu hanya rutinitas biasa.
            
Setelah selesai mengajar anak – anak hebat tersebut, kami semua pergi untuk hiking ke spot foto yang terkenal di sana. Kami naik dengan truk untuk sampai disana dan berjalan kaki untuk sampai di tempat foto yang kau maksud. Setelah berfoto lalu kami naik lagi ke menara pandang untuk melihat pemandangan dari atas gunung dan makan siang disana. Setelah selesai kami kembali ke gejera untuk pulang ke rumah masing – masing.
            
Setelah sampai di rumah aku beristirahat lalu membantu ibu supri memasak untuk makan malam kami. Seperti biasa setelah makan malam kami mengobrol dengan ibu supri dan sempat pergi ke rumah teman kami yang berdekatan. Setelah itu kami pulang untuk tidur, kebetulan ibu supri juga sudah tertidur. Paginya kami membantu ibu supri membereskan ruang tamu dan kamar setelah itu kami sarapan dan pagi itu aku pergi ke gereja duluan karena aku membantu kegiatan bakti sosial untuk masyarakat disana dan untuk orang tua asuh kami juga tentunya.
            
Setelah bakti sosial selesai siangnya kami berkumpul untuk merefleksikan kegiatan” yang sudah kami lalui selama 3 hari disana. Yang aku dapatkan adalah kita di jakarta yang sudah terbiasa kalau berpapasan dengan orang yang tidak di kenal tidak menyapa kalau di desa plono itu meskipun tidak kenal satu sama lain tetap saja menyapa. Lalu yang kedua semangat orang” di desa untuk melakukan pekerjaannya itu sangat tinggi meskipun pekerjaan mereka hanyalah petani, berjualan hasil kebun di pasar, berkebun dan pekerjaan yang menurut kita sederhana namun mereka melakukannya dengan hati, tidak seperti di jakarta banyak orang yan mampu untk bekerja namun malah mengemis di lampu merah meminta belaskasihan orang lain dan tidak mau berusaha untuk merubah diri menjadi lebih baik.
            
Setelah refleksi selesai kami berkumpul lagi untuk briefing tentang pentas seni yang akan diadakan pada malam harinya. Ada juga yang di tunjuk untuk menonton kesenian karawitan di rumah penduduk, dan ada juga yang membantu mempersiapkan untuk acara malam puncak nanti. Kebetulan aku membantu untuk mempersiapkan peralatan dan sound system untuk acara pentas seni setelah selesai baru aku ikut menonton kesenian karawitan di rumah penduduk. Setelah itu aku dan temanku pulang untuk mandi dan siap – siap untuk acara malamnya. Sehabis itu kami bergegas kembali ke gereja untuk mengikuti acara malam puncak dan pentas seni.
            
Singkat cerita semua acara pun selesai meskipun ada beberapa kekurangan tetapi itu pengalaman yang luarbiasa tak terlupakan bagiku. Lalu kami pulang untuk tidur dan membereskan barang – barang untuk besok pagi karena kami akan berangkat pulang ke jakarta.
            
Keesokan paginya aku berpamitan dengan orang tua asuh ku ibu supriyati yang telah membolehkan kami tinggal di rumahnya dan menyambut kami dengan baik. Setelah berpamitan kami pun bergegas menuju ke bis untuk pulang ke jakarta. Sebelum pulang ke jakarta kami mampir dulu ke salah satu landmark kota jogja yaitu jalan malioboro. Disana aku dan teman – temanku pergi untuk makan beristirahat dan membeli oleh – oleh untuk keluarga di rumah.  Setelah selesai lalu kami kembali ke bis untuk melanjutkan perjalalanan.
            
Sungguh pengalaman yang tak terlupakan, aku harap aku dapat kembali mengunjungi tempat tersebut dan bernostalgia dengan pengalaman yang telah kami dapat disana. Singkat cerita kami pun sampai di jakarta selama 16 jam. Jauh lebih cepat dari waktu kita perjalanan menuju ke sana. Tetapi semua pengalaman dan pelajran yang sangat berharga itu tidak akan terjadi jika tanpa campur tangan dari TUHAN. Dia yang menjaga kita di perjalanan, saat kita 4 hari di sana, dan dalam perjalanan pulang. TUHAN memang takkan ingkar akan janjinya jika kita beriman dan percaya kepadanya.
            
Sekian cerita refleksi yang dapat aku tuliskan semoga bermanfaat. Terima kasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kapan Tempo Kita Jumpa Lagi: Zefanya, Refleksi Live In 2018 Plono Jogja"

Posting Komentar

Tinggalkan kesan bahwa anda pernah singgah, walau hanya sesaat.