Kericuhan yang berteman dengan Ketenangan: Catatan Live In Vania Andrany


-07 Mei 2018-

 
Kericuhan yang berteman dengan Ketenangan: Catatan Live In Vania Andrany
Desa Plono Jogja, Tempat Live In SMA Kanaan Jakarta Tahun 2018/dokumentasi pribadi
Semua orang takkan menemukan prinsip atau konsep apapun tentang judul refleksi ini.  Aspek kehidupan mana yang dapat menjelaskan hal ini? Tebak!

Siapa yang menemukannya? tentu Aku.

Aku menemukannya saat kuikuti kegiatan live in dari sekolah. Awalnya akan sangat menakjubkan dan sesuai pemikiranku saat sudah sampai kupikir aku menemukan ‘Surga Ketenangan’.

Tempat ini cocok denganku hehe..

Ketika sampai dan melihat-lihat, dalam hatiku “yes, aku suka”. Walaupun bukan kalimat pertama, tapi itulah yang melegakan. Keadaan yang jauh dari kehidulan ibukota. Keramahan yang menyambut, senyum yang tulus dan ‘teh anget manis’ serta gorengan.

Meriah dengan tawa dan bercengkrama santai. Awalnya kelihatan canggung saat masing-masing dari kami ketika dengan sangat baik bersama orang tua asuh kami selama 3 hari di tempat ini.

Malam pertama menyajikan keadaan yang sunyi. Memang agak berirama malam itu ditemani perkenalan dengan keluarga ibuku. Dimulai dari perkenalan dan cerita dasar yang sudah mengalir sejak pulang hingga diakhiri ucapan “selamat malam ibu,bapak”.
 Waktunya mimpi mengobati rasa rasa lelah dengan lagu malam dari jangkrik di luar rumah.

Keesokan harinya, dingin masih menyelimuti saat terbangun dari tidur. Betapa suasana pagi di Plono sangat menenangkan hati. Ibu datang dan menyuguhi the anget manis dengan racikan cengkeh dan gorengan panas yang sederhana nan sedap. Yang lebih melegakan hati ketika aku keluar melalui pintu utama rumah ibu.

Keadaan pagi yang sangat menyenangkan, hutan terlihat di sekitar jalan menanjak menuju puncak, matahari yang tidak terlalu terik tertutupi pepohonan tanpa menusuk ke dalam kulit seperi di kota-kota besar. Udara sejuk dan segar jarang tersentuh polusi. Rasanya menyenangkan melihat pemandangan pagi jika setiap hari seperti ini.

Namun rasanya ‘kericuhan’ telah berbaur dengan oeang tua asuh. Maksudku teman-temanku yang heboh dan ribut. Anak-anak hype Jakarta katanya, datsng ke desa. Dalam pikiranku, mereka takkan nyaman semudah yang kurasakan di hari kedua. Seperti tak menyatu mungkin?!
Kericuhan yang berteman dengan Ketenangan: Catatan Live In Vania Andrany
Vania Andriyani (Kanaan) bersama rekan dan orang tua asuh/Dokumentasi pribadi

Tapi ternyata kutrmukan keramaian mereka tersendiri. Terlihat mereka mempunyai sisi ‘angel ‘. Heboh dengan keseruan kegiatan sehari-hari bersama dibawah terik matahari di atas angka yang ada di jam tanganku. Berada di puncak bersama dan mendapat moment terbaik untuk menimmati makan siang di puncak. Bisa dikatakan makan siang kami memuaskan rasa lapar dan dahaga kami yang dibuat dengan penuh kasih sayang yang tulus. Sekejap semua heningwaktu makan siang, Aku singgub terpuaskan ditemani pemandangan kebun the dibawah kami.

Disinilah indahnya ‘Surga Ketenangan’ yang kusebut. Plono adalah yang berkesan. Menjadi tempat kericuhab san ketenangan bergabung dan menyatu. Berbaur dan bersenang-senang bersama. Mendamaikan hati baper, Melunakkan kata-kata yang disampaikan. Ini kesanku.

-Vania Andriany-

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kericuhan yang berteman dengan Ketenangan: Catatan Live In Vania Andrany"

Posting Komentar

Tinggalkan kesan bahwa anda pernah singgah, walau hanya sesaat.