Sederhana itu Indah: Catatan Refleksi Jakarta - Jogjakarta

Sederhana itu Indah: Catatan Refleksi Evelina siswa Kelas XI IPA SMA Kanaan Jakarta
Eveline (baju merah) saat mengunjungi bukit ISIS. salah satu objek wisata di Desa Plono Jogjakarta

Live in diadakan setiap tahun oleh Sekolah Kanaan. Live in diadakan bagi anak-anak kelas 11. Live in tahun ini diadakan di Desa Plono, Samigaluh, Kulon Progo. Untuk bisa sampai di Desa Plono kami semua menempuh waktu yang cukup panjang. Walaupun lelah di perjalanan, namun live in ini menggilkan banyak kesan.
            
Desa Plono adalah desa yang sederhana tetapi meninggalkan banyak kesan. Mulai dari indahnya sebuah kesederhanaan dari masyarakat desa. Dengan kesederhanaan yang mereka miliki tetapi mereka semua sangat bahagia. Kesederhanaan yang saya maksud mulai dari rumah mereka. Betapa sangat sederhana rumah-rumah penduduk sekitar tetapi mereka selalu bersyukur dengan apa yang mereka miliki. Bandingkan dengan kita sebagai orang kota yang sudah memiliki banyak hal tetapi masih tidak bersyukur dengan apa  yang mereka miliki. Bandingkan dengan kita sebagai orang kota yang sudah memiliki banyak hal tetapi masih saja tidak bersyukur. Tetapi mereka masyarakat desa hanya dengan hal yang sederhana saja mereka sudah bisa bersyukur. Hal pertama yang meninggalkan kesan yang mendalam adalah betapa mereka semua bisa bersyukur dalam segala hal.

  
Bukan hanya itu saja, disana kehidupan mereka sangat-sangat sederhana karena mereka semua itu memiliki rasa solidaritas yang tingi. Walaupun berbeda agama, mereka semua bisa saling berteman tanpa memandang agama. Selain itu, mereka juga ramah-ramah walaupun tidak saling mengenal tetapi mereka tetap saling menyapa. Masyarakat sekitar sangatlah baik-baik terhadap orang baru.
            
Kesan lain yang saya dapatkan adalah betapa perhatiannya orang tua asuh saya. Ketika baru sampai dan kami semua mau mandi, orang tua kami memasakkan air panas. Bukan hanya dihari itu saja tetapi setiap hari orang tua asuh saya memasakkan air panas. Selain itu, betapa perhatiannya juga mereka ketika ia membuatkan the manis hangat setiap hari untuk menghangatkan tubuh. Karena hal itu membuat saya menjadi teringat pada orang tua saya di Jakarta betapa mereka juga sama perhatiannya dengan orang tua asuh tetapi terkadang perhatian dari orang tua sendiri sering kita acuhkan. Dan karena itu, saya tersadar betapa perhatian dari orang tua kita dan saya tersadar  betapa perhatian dari orang tua kita dan kita semua juga harus memiliki sikap perhatian juga kepada orang tua kita.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sederhana itu Indah: Catatan Refleksi Jakarta - Jogjakarta"

Posting Komentar

Tinggalkan kesan bahwa anda pernah singgah, walau hanya sesaat.