Vanessa: Indahnya Kebersamaan dalam Kesederhanaan Bagian 2

Vanessa: Indahnya Kebersamaan dalam Kesederhanaan Bagian 2
Peserta live in saat bazar di Gereja Kristen Jawa Plono - Yogja

Hari pertama, di rumah orangtua asuh dapat beristirahat dengan nyenyak, setelah menempuh perjalanan yang amat melelahkan hampir 21 jam berada di dalam bus. Sekitar pukul lima pagi, saya bangun dan beraktivitas bersama ibu asuh di dapur menyiapkan sarapan pagi. Tak lama kemudian saya berpamitan dengan ibu untuk mengunjungi rumah salah satu teman saya yang berada di kediaman bapak Wibisono. Saya juga membantu mereka untuk mempersiapkan bekal berupa nasi kotak yang nantinya akan dibawa untuk hiking ke Bukit Ngisis Nglinggo yang merupakan hamparan kebun teh. Namun sebelum itu, saya dijemput dan di bawa guru ke klinik terdekat untuk pemeriksaan kulit akibat gigitan serangga yang sebelumnya sudah sempat saya kabarkan kepada salah satu guru yang bertugas membawa obat-obatan. Karena tak kunjung membaik, saya di bawa ke klinik guna mendapatkan perawatan lebih lanjut dari dokter.  Perjalanan menuju klinik  tidak begitu jauh namun karena jalanan yang menanjak dan menurun serta tikungan tajam sempat membuat kami kewalahan ditambah dengan kurangnya informasi yang kami dapatkan mengenai kawasan Samigaluh. Akhirnya, sampai juga di klinik dan setelah melalui beberapa pemeriksaan saya diberikan obat dan saleb,  kemudian kembali ke desa untuk selanjutnya mengikuti kegiatan hiking.

Kami berkumpul di gereja untuk briefing mengenai kegiatan kami saat hiking, lalu kami menaiki truk bak terbuka untuk mencapai lokasi. Sepanjang perjalanan, terlihat ribuan pepohonan rindang nan tinggi dan jurang curam yang menakutkan berada di sisi kiri kanan jalan. Perjalanan semakin mengasyikan ketika kami harus melalui jalanan yang menanjak dan menurun berkali-kali. Hal ini berbeda dengan sebelumnya, kali ini kami berdiri di atas truk dan merasakan kendaraan itu melaju kencang di jalan menanjak dan menurun hanya berpegangan  dengan sisi truk saja.  Sesampainya, di Bukit Ngisis Nglinggo, hari sudah siang, perjalanan dilanjutkan dengan mengintari bukit untuk sampai ke puncak. Pemandangan dari atas puncak Bukit Ngisis Nglinggo, sangat menakjubkan. Dari atas bukit dapat terlihat hijaunya hamparan kebun teh yang luas dan terbentangnya deretan pegunungan. Menikmati udara pegunungan yang sejuk dan pemandangan yang indah, membuat saya melupakan sejenak rutinitas harian. Hati ini terasa damai dan bersyukur. Sungguh besar karya ciptaan Tuhan.

Tak jauh dari tempat kami berada terdapat juga tempat-tempat berfoto menarik nan menantang. Salah satunya adalah di mobil off-road bekas. Kawasan wisata ini cukup luas sehingga untuk menuju ke bagian puncak bukit yang letaknya lebih tinggi, kami harus menaiki ratusan anak tangga. Sesampainya di atas, kami beristirahat sambil menikmati bekal makan siang yang dibawakan orangtua asuh masing-masing. Setelah selesai menyantap makan siang, kami turun dari puncak perkebunan teh Ngisis menuju ke tempat parkir kendaraan selanjutnya  kembali ke gereja dan pulang ke rumah orang tua asuh masing-masing untuk mandi dan melanjutkan kegiatan selanjutnya yakni latihan acara puncak esok malam yang ditampilkan per kelas.

Saya kembali ke rumah dan berkumpul bersama orangtua asuh untuk makan malam bersama dan berbincang-bincang mengenai keluarga besarnya yakni anak serta cucu yang datang dari Bantul maupun keseharian mereka bertani. Adapun pertanyaan-pertanyaan dari buku panduan yang harus kami isi beserta dengan kamus bahasa Jawa yang harus saya kerjakan bersama dengan ibu asuh karena saya tidak mengerti sama sekali. Baca sebelumnya 1 * Baca lebih Lanjut 1, 2



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Vanessa: Indahnya Kebersamaan dalam Kesederhanaan Bagian 2"

Posting Komentar

Tinggalkan kesan bahwa anda pernah singgah, walau hanya sesaat.