Vanessa: Indahnya Kebersamaan dalam Kesederhanaan Bagian 3

Vanessa: Indahnya Kebersamaan dalam Kesederhanaan Bagian 3
Kegiatan Bazar/Dokumentasi Pribadi

Hari kedua, sama seperti kemarin, saya bangun pagi dan membantu ibu untuk mempersiapkan sarapan pagi. Masakan ibu Supiyati memang sungguh nikmat karena itu saya tidak pernah melewatkan sarapan pagi dan makan malam bersama dan selalu saja ingin mengetahui resep masakan yang dipakai. Untuk itu, saya turut membantu ibu memasak di dapur sederhana miliknya.

Acara hari ini, kami mengadakan kegiatan pasar murah yang mana kami akan menjual sembako murah untuk setiap orangtua asuh di Desa Plono. Sebelum acara dimulai, kami dari pihak panitia penyelenggara bergegas ke rumah pendeta untuk briefing sebentar. Setelah itu bersama rekan-rekan panitia lainnya mempersiapkan sembako dan membawanya ke tempat acara pasar murah digelar. Puluhan bungkusan sembako kami susun di atas meja yang sebentar lagi akan dibagikan.

Saya kembali ke rumah untuk mengajak ibu asuh ke tempat acara pasar murah diselenggarakan. Dalam perjalanan pulang Saya mampir ke rumah teman. Di sana saya melihat teman-teman sedang bermain permainan tradisional dengan anak dari orangtua asuh mereka. Asyik melihat mereka bermain akhirnya saya memutuskan untuk ikut bermain.

Disela-sela aktivitas hari itu, untuk kedua kalinya saya diantar ke puskesmas Samigaluh 2 untuk perawatan lanjutan. Sesampai di puskesmas, saya sempat berbincang dengan salah satu pasien puskesmas yang sedang duduk di ruang antrian sambil menunggu giliran.
  
Menurutnya, fasilitas kesehatan terutama puskesmas di desa ini sudah cukup baik dengan akses yang dapat dijangkau dengan mudah dan pelayanannya yang baik. Ada hal yang cukup unik yang saya dapatkan di puskesmas yakni ketika ada pasien yang baru saja ingin duduk di kursi ruang antrian, mereka selalu bersalaman terlebih dahulu dengan orang lain disekitarnya  baik yang ia kenali atau tidak dan ketika ditanyakan, hal itu merupakan suatu kebiasaan yang sejak dulu mereka lakukan. Jarang sekali saya menemukan kejadian ini di rumah sakit perkotaan, semua orang tampak sibuk dengan urusan masing-masing dan tidak mempedulikan orang disekitarnya. Tak lama saya pun diantarkan kembali ke gereja untuk berkumpul dan briefing kegiatan malam puncak.

Kemudian saya bersama teman-teman yang lain diajak untuk menyaksikan pertunjukan kesenian Karawitan yang dimainkan oleh warga desa sekitar. Karawitan adalah kesenian musik tradisional Jawa yang mengacu pada permainan musik gamelan. Kesenian karawitan ini dikemas dengan alunan instrumen dan vokal yang indah sehingga enak untuk didengar dan dinikmati. Kesenian ini merupakan kesenian klasik yang sangat terkenal di masyarakat Jawa dan Indonesia sebagai salah satu warisan seni dan budaya yang kaya akan nilai historis dan filosofis. Dapat dikatakan bahwa permainan karawitan ini cukup rumit dengan banyaknya alat musik tradisional yang dimainkan bersama-sama menjadi satu alunan musik yang padu. Sebelumnya kami juga dijelaskan mengenai apa saja alat musik yang digunakan serta cara memainkannya sehingga diakhir pertunjukan kami diberi kesempatan untuk mecoba memainkan sambil mempelajari alat-alat musik dalam kesenian ini.

Sesudah itu saya pergi ke rumah teman untuk mempersiapkan properti kabaret kelas yang masih harus dirakit untuk acara malam nanti. Saya terburu-buru pulang untuk mandi dan mempersiapkan kostum. Kemudian, saya bergegas ke gereja untuk persiapan karena kami akan tampil pertama kali di acara malam puncak. Setelah beberapa sambutan pembuka acara malam, kami menampilkan beberapa pertunjukan musik dan persembahan pujian lalu, tibalah saatnya kelas kami 11 IPA untuk tampil.

Cerita kabaret yang kami mainkan adalah Ramayana yakni mengenai kisah cinta klasik antara Rama dan Shinta yang sejatinya merepresentasikan makna sebuah kesetiaan, kepercayaan dan ketulusan cinta seseorang kepada kekasihnya. Namun, kami juga mengemas kabaret ini dengan sedikit komedi di beberapa adegan cerita sehingga penonton dapat terhibur. Selesai tampil, kami beristirahat sejenak sambil merapikan properti dan kostum yang kami sewa. Sebenarnya, pertunjukan kami tidak berjalan  baik karena terdapat beberapa kesalahan yang kami lakukan terkait dengan kondisi panggung namun, semuanya dapat teratasi. Acara malam kami dilanjutkan dengan makan malam bersama dan pembagian doorprize. Kami pun kembali ke rumah masing-masing dan beristirahat.Baca Lebih Lanjut





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Vanessa: Indahnya Kebersamaan dalam Kesederhanaan Bagian 3"

Posting Komentar

Tinggalkan kesan bahwa anda pernah singgah, walau hanya sesaat.