BZWI8C3qMxmdvudEkXnedhGzdjepF89oa9U6FDLb

 


Peserta Lomba Debat Bahasa Indonesia Nasional (LDBI) Harus Tahu Konsep dan Fungsi Pembicara 1, 2, dan 3 dalam Debat Perlementer Asia

Peserta Lomba Debat Bahasa Indonesia Nasional (LDBI) Harus Tahu Konsep dan Fungsi Pembicara 1, 2, dan 3 dalam Debat Perlementer Asia
Anak - anak sekalian sesi ini kita akan bahas tentang debat. Setelah pelajaran ini berakhir guru kampung berharap anak - anak dapat memahami dua hal. Pertama apa itu debat, kedua tugas pendebat itu apa saja?

Sebelum gubanesia menjelaskan apa itu debat dan tugas-tugas para pendebat. Perlu gubanesia sampaikan terlebih dahulu bahwa fokus pembahasan kita kali ini adalah debat perlementer asia.

Konsep dan Fungsi dalam Debat Perlementer Asia

Apa itu perlementer asia?, tidak akan dibahas pada ulasan ini, sebab gubanesia hanya fokus pada tataran praktis bukan teori debat. Supaya pemahaman anak - anak lebih komprehensif di bagian akhir tulisan ini gaubanesia memberikan link rujukan pada tulisan yang lain.

Untuk apa pak?

Supaya kalian tahu praktiknya seperti ini karena ada landasan teorinya. Kurang lebih seperti itu maksud gubanesia.

Baiklah anak - anak sekalian, langsung saja kita bahas apa itu debat?

Apa itu Debat?

Debat secara sederhana gubanesia maknai sebagai cara kita mempengaruhi orang lain untuk mengikuti apa yang kita inginkan.

Batasan yang ggubanesia berikan di atas mengandung tiga kata kunci anak - anak. 

  • Kata kunci pertama adalah cara, 
  • Kata kunci kedua adalah mempengaruhi, dan 
  • Kata kunci yang terakhir adalah mengikuti.

Apa itu cara pak?

Cara yang dimaksudkan adalah pembicaraan yang argumentatif. Jadi supaya bisa mempengaruhi orang lain maka pembicaraan kita harus mengandung argumentasi yang logis.

Contoh.

Satu tambah satu kebanyakan orang akan mengatakan dua. Nah anak - anak katakan sebelas; bukan dua.

Argumentasinya seperti apa?

Lihat gamabar

Peserta Lomba Debat Bahasa Indonesia Nasional (LDBI) Harus Tahu Konsep dan Fungsi Pembicara 1, 2, dan 3 dalam Debat Perlementer Asia

Bukankah gambar di atas menunjukan angka 11?

Jadi masihkah anak - anak katakan dua?

Itulah yang gubanesia maksudkan bahwa debat sebagai CARA mempengaruhi orang lain. 

Jika kalian mengikuti lomba debat argumentasinya seperti ini maka sudah dipastikan juri akan memberi poin setengah (50).

Nah sir Martin supaya seratus bagaimana?

Supaya seratus kalian harus memberikan argumentasi yang merujuk pada bukti. Contohnya sebagai berikut:

Dalam buku A ditulis oleh profesor B mengatakan “.......”. Dari paparan tersebut maka bisa dimakni sebagai “.......”

Redaksi lengkapnya seperti ini;

Dalam buku Matematika karangan Martin Karakabu, M.Pd; pada halaman 6 paragaraf kedua mengatakan suatu bilangan apabila tanpa sama dengan (=); maka bilangan tersebut tidak bisa dimaknai sebagaimana arti yang sesungguhnya dalam ilmu matematika. Apabila ditandai dengan simbol (=) atau pernyataan sama dengan barulah bilangan tersebut merujuk pada makna lugas dari ilmu matematika.

Dengan demikian maka bisa disimpulkan bahwa satu tambah satu adalah sebelas karena tidak disertai dengan simbol (=); atau pernayataan sama dengan. Oleh karena itu, kami tim oposi menolak argumentasi tim pemerintahan yang mengatakan satu tambah satu adalah dua.

Alasan penolakan kami. 

Pertama argumentasinya tidak logis, 

Kedua tidak bisa memberikan refrensi yang cukup meyakinkan kami bahwa argumentasi tim lawan memiliki dasar keilmuan yang mumpuni.

Demikian argumentasi tim kami, selanjutnya kami kembalikan kepada moderator.

Jadi debat adalah cara kita mempengaruhi orang lain supaya orang tersebut mengikuti apa yang kita inginkan.

Cara kita mempengaruhi orang lain bisa dilakukan apabila mengandung dua unsur penting; 

  1. Argumentasi harus logis dan 
  2. Bukti ilmiah yang mendung.

*

Anak - anak di atas HANYA CONTOH argumentasi yang logis.

Intinya di sini adalah anak - anak harus sesuaikan dengan situasi dan kondisi, jika belajar matematika maka gunakan prinsip-prinsip pembelajaran matematika. Jika pelajaran Bahasa Indonesia; dan kebetulan materi debat bisa gunakan silogisme yang gubanesia beri contoh di atas. Tetapi ingat harus disesuaikan dengan mosi debat ya...

Kesimpulannya untuk memenangkan suatu perlombaan debat hal yang harus kalian siapkan adalah argumentasi yang logis dan bukti yang mendukung.

-------------------------Gubanesia akronim dari Guru Bahasa Indonesia---------------------- 

Sebelum kita bahas bagian yang kedua, perlu gubanesia jelaskan bahwa dalam debat perlementer asia terdiri dari dua tim. Yaitu tim pro dan tim kontra. 

Dalam berbagai buku Bahasa Indonesia disebut tim pemerintahan dan tim oposisi, pada hakekatnya sama maknanya, yaitu tim yang mendukung mosi dan tim yang menolak mosi.

Dua tim tersebut, masing-masing terdiri dari tiga orang pembicara. Disebut pembicara pertama, pembicara kedua, dan pembicara ketiga. 

Jadi jika ada dua tim berarti ada 6 orang pembicara. 

Tiga dari tim pro atau tim pemerintahan, tiga orang lagi dari tim kontra atau tim oposisi.

Tugas pembicara pertama tim pro dalam debat

  1. Memberi salam dan menyapa,
  2. Memperkenalkan diri dan tim,
  3. Mendefinisikan mosi dan membuat batas argumentasi,
  4. Membangun argumentasi,
  5. Menutup sesi pertama.

Tugas pembicara pertama tim kontra dalam debat

  1. Memberi salam dan menyapa,
  2. Memperkenalkan diri dan tim,
  3. Menyanggah argumentasi tim lawan,
  4. Membangun argumentasi sesuai dengan kontruksi berpikir tim oposisi,
  5. Menutup sesi pertama.

Tugas pembicara kedua tim pro dalam debat

  1. Sapa salam,
  2. Menyanggah argumentasi tim lawan (fokus pada bukti kongkrit),
  3. Menguatkan argumentasi pembicara pertama tim pro,
  4. Menutup sesi kedua.

Tugas pembicara kedua tim kontra dalam debat

  1. Sapa salam,
  2. Menyanggah argumentasi tim lawan (Fokus pada bukti kongkrit),
  3. Menguatkan argumentasi pembicara pertama tim kontra,
  4. Menutup sesi kedua.

Tugas pembicara ketiga tim pro dalam debat

  1. Sapa salam,
  2. Menyanggah argumentasi tim lawan, (fokus hanya pada bagian-bagian yang belum ditanggapi oleh pembicara pertama dan pembicara kedua),
  3. Memberi contoh kongkrit yang belum dibahas oleh pembicara kedua tim pro (maksud kaka guru contoh yang lain),
  4. Merangkum pembicara pertama dan kedua tim pro; kemudian memberi penguatan (penekanan pada bagian yang unggul). Poin keempat ini sudah termasuk pidato penutup, apabila panitia lomba tidak memberikan kesempatan pidato penutup.
  5. Menutup sesi debat dari tim pro

Tugas pembicara ketiga tim kontra dalam debat

  1. Sapa salam,
  2. Menyanggah argumentasi tim lawan, (fokus hanya pada bagian-bagian yang belum ditanggapi oleh pembicara pertama dan pembicara kedua),
  3. Memberi contoh kongkrit yang belum dibahas oleh pembicara kedua tim pro (maksud kaka guru contoh yang lain),
  4. Merangkum pembicara pertama dan kedua tim pro; kemudian memberi penguatan (penekanan pada bagian yang unggul). Poin keempat ini sudah termasuk pidato penutup, apabila panitia lomba tidak memberikan kesempatan pidato penutup,
  5. Menutup sesi debat dari tim kontra.

Demikian sesi tentang apa itu debat, dan tugas-tugas para pendebat. 

Jangan lupa baca Penjelasan Lengkap Disertai dengan Contoh Tugas Pembicara Pertama Tim Pro dan Kontra dalam Debat Bertema Ekonomi dan Pendidikan.

Artikel Terkait
Terbaru Lebih lama
Martin Ruma
Guru Bahasa Indonesia di SMA Kasih Karunia Jakarta. Email martinrumaweb@gmail.com

Artikel Terkait

Posting Komentar