Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penjelasan Lengkap Tentang Debat Parlemen Asia, Disertai dengan Contoh Tugas Pembicara Pertama Tim Pro dan Kontra

Penjelasan Lengkap Tentang Debat Parlemen Asia, Disertai dengan Contoh Tugas Pembicara Pertama Tim Pro dan Kontra
Ini adalah artikel lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang konsep dan fungsi pembicara 1, 2, dan 3 dalam debat parlemen Asia.

Saya sarankan baca terlebih dahulu tulisan pertama supaya pemahaman anak - anak lebih komprehensif.

Jika sudah membaca maka kita mulai membahas bagian kedua tentang debat parlemen Asia, dari aspek teoritis terlebih dahulu.

Dalam debat parlemen asia, terdapat dua tim yang berlomba, yaitu tim pro dan tim kontra. Satu tim terdiri dari tiga orang.

  • Pembicara satu,
  • Pembicara dua, dan
  • Pembicara tiga.

Dalam berbagai buku bahasa Indonesia disebut tim pemerintahan dan tim oposisi. Intinya sama yakni tim yang mendukung mosi dan tim yang tidak mendukung mosi.

Apa saja tugas pembicara pertama?.

Tugas pertama pembicara 1 tim pro ada 4.

1. Memberi salam dan menyapa.

2. Memperkenalkan diri sekaligus menjelaskan tugas masih masing pembicara.

3. Mendefinisikan mosi dan batasan argumentasi.

4. Berargumentasi.

Kita akan bahas satu persatu

Pertama memberi salam dan sapa

Contoh

selamat siang dan salam sejatera. Hadirin dan dewan juru yang terhormat.

Penjelasan 

selamat siang dan salam sejatera adalah salam. sedangkan hadirin dan dewan juri yang terhormat adalah sapa.

Kedua memperkenalkan diri dan menjelaskan tugas masing- masing pembicara

Contoh

  • Kami dari SMTK Bethel Jakarta. saya Agung sebagai pembicara pertama. Tugas saya adalah mendefinisikan mosi, memberi batasan mosi yang diperdebatkan, dan memberi dasar argumentasi.

  • Pembicara kedua rekan saya Maikel, bertugas sebagai penyanggah argumentasi tim lawan dan menguatkan argumentasi tim kami.

  • Pembicara ketiga saudari Nita. Tugasnya menyimpulkan kembali seluruh argumentasi dari tim kami.

Ketiga mendefinisikan mosi dan memberi batas argumentasi

Contoh

Dewan juri dan hadirin sekalian.

Mosi kita pada kesempatan ini adalah siswa SMK tidak membutuhan pelajaran Bahasa Indonesia.

Mosi tersebut mengandung dua kata kunci yakni siswa dan pelajaran.

Siswa adalah sekelompok anak muda yang sedang mengenyam pendidikan formal di bangku pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan.

Jadi batasan yang kami berikan adalah siswa yang mengenyam pendidikan formal dan berada di jenjang SMK. 

Apabila tim lawan berargumentasi di luar dari pendidikan formal kami tidak akan menanggapi karena itu di luar dari topik debat; dan apabila pendidikan formal yang dimaksud dimaknai sebagai seluruh siswa-siswi, mulai dari SD sampai SMK kami pun tidak akan menanggapi sebab batasan mosi kami adalah siswa SMK.

Keempat berargumentasi

Contoh

Dewan juri dan hadirin sekalian.

Kami sangat mendukung mosi ini. Ada dua alasan utama kami mendukung mosi ini. Namun sebelum itu izinkan kami menyampaikan pernyataan berikut.

Siswa SMK memang tidak membutuhkan pelajaran Bahasa Indonesia. tetapi mereka tetap memerlukannya. 

Hadirin dan dewan juri sekalian penjelasannya sebagai berikut.

Siswa SMK memang tidak memerlukan keterampilan bahasa Indonesia karena mereka dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja. Bukan untuk menulis skripsi saat kuliah. Atau pun harus menguasai keterampilan berbicara supaya bisa mempresentasekan hasil skripsi dengan baik di hadapan dosen. 

Jadi pernyataan kami sebelumnya tentang tidak membutuhkan namun memerlukan; maksudnya adalah siswa SMK tidak membutuhkan aspek teoritis penggunaan  Bahasa Indonesia baku, melainkan hanya membutuhkan pemahaman praktis, “dengan siapa ia berbicara dan dalam situasi apa”.

Hal ini penting bagi mereka karena mereka berkomunikasi pada ranah praktis bukan akademisi.

***

Bagian ini kami meyakini tim lawan akan menanggapi dengan mengatakan memerlukan sama maknanya dengan membutuhkan.

Itu artinya adalah siswa SMK membutuhkan Bahasa Indonesia.

Jika pemahamannya demikian maka kami tim pemerintah dengan tegas mengatakan Itu Salah.

Ada pun dasar argumentasinya adalah sebagai berikut.

  • Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata perlu berarti suatu keharusan. Pemaknaan yang pertama. Sedangkan butuh dimaknai sebagai suatu saat memerlukannya.
  • Konsep ini berarti siswa SMK memerlukan Bahasa Indonesia untuk komunikasi praktis tetapi mereka tidak memerlukannya pada tataran teoritis sebagaimana telah diuraikan pada bagian terdahulu yakni tentang menulis skripsi. 

Dewan juri dan hadirin sekalian,

Mengapa demikian?

Jawabannya adalah siswa SMK tidak membutuhkan Bahasa Indonesia karena mereka disiapkan untuk memasuki dunia kerja.

Jika dunia kerja maka aspek teoritis seperti Bahasa harus baku dan lain sebagainya tidak diperlukan lagi; sebab yang dibutuhkan mereka hanyalah tahu dengan siapa dia berbicara dan dalam situasi apa.

Jadi Bahasa Indonesia tidak perlu dipelajari lagi oleh siswa SMK karena sejak kecil bahasa pengantar dalam komunikasi di Indonesia adalah Bahasa Indonesia. 

Dewan juri dan hadirin sekalian demikian pemaparan dari kami tim pemerintahan. Selanjutnya saya kembalikan kepada moderator.

Demikian contoh argumentasi pembicara pertama dalam lomba debat parlemen asia.

***

Selanjutnya bagaimana cara pembicara 1 tim kontra menjawabnya?

Silakan baca lebih lanjut.

Jika sobat berhenti di sini bisa jadi tidak akan paham keseluruhan substansi debat parlemen Asia yang sebenarnya. 

Lanjut ya.

Tugas pembicara pertama tim kontra, 90 % sama dengan pembicara pertama tim pro; yakni sapa salam.

Contohnya bisa lihat di atas, 

Perkenalan diri dan tim (termasuk asal sekolah) masih sama.

Bedanya adalah tim pro mendefinisikan mosi dan membuat parameter, sedang pembicara pertama tim kontra menanggapi dan membangun kontruksi berpikir yang menentang argumentasi tim pemerintah...

Contoh

Pembicara Pertama Tim Kontra

Terima kasih saudari moderator... 

Dewan juri dan hadirin sekalian. selamat pagi dan salam sejatera.

Perkenalkan kami dari SMA Kanaan Jakarta.

Saya Anton sebagai pembicara pertama tim kontra.

Tugas saya menanggapi argumentasi tim lawan dan membangun argumentasi baru sesai dengan kontruksi berpikir tim oposisi.

Sebelah kiri (kanan) saya saudari Angel sebagai pembicara kedua.

Tugasnya menanggapi kembali argumentasi tim lawan, kemudian menguatkan argumentasi tim kami dengan fakta-fakta yang kongkrit.

Paling ujung saudara Tomas, selaku pembicara ketiga tim kontra.

Tugasnya menanggapi argumentai tim lawan, jika ada hal-hal yang belum dijelaskan atau belum ditanggapi oleh pembicara pertama dan kedua tim oposisi.

Kemudian merangkum keseluruhan argumentasi tim kami pada pernyataan penutup.

Hadirin dan dewan juri yang terhormat.

Ada dua hal yang dinyatakan oleh pembicara pertama tim pemerintah perlu diluruskan kembali agar tidak menyesatkan.

Pernyataan tentang kata butuh dan memerlukan, dan

Pernyataan tentang Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar sehingga tidak perlu belajar juga sudah tahu.

Kira kira seperti itu pemaknanya. 

Dewan juri dan hadirin sekalian kami akan menanggapi satu persatu pernyataan tersebut.

Pertama soal kata butuh dan memerlukan

Saya tidak tahu sumber rujukan yang disampaikan oleh pembicara pertama tim pemerintahan, sehingga mengatakan butuh artinya harus karena memerlukannya semantar memerlukan artinya bisa menunda.

Jika merujuk pada kamus besar IBI yang merupakan penyempuraan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Kata butuh bermakna suatu saat yang artinya bisa ditunda semantara kata harus adalah sesuatu yang segera dilakukan karena mendesak sifatnya.

Berdasarkan uraian tersebut maka dengan tegas kami katakan pernyataan tim pemerintah salah dan menyesatkan karena terbalik penjelasannya. seharusnya seperti yang saya jelaskan.

Hadirin dan dewan juri yang terhormat. 

Jika meragukan pernyataan saya, silakan ambil gadjet masing - masing dan lihat makna dari dua kata yang diperdebatkan ini pada IBI.

Di situ anda akan temukan pernyataan yang sama seperti yang saya jelaskan.

Terbalik atau salah jika merujuk pada penjelasan tim pemerintah melalui pembicara pertama.

Kedua soal Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, yang artinya tidak belajarpun sudah tahu karena sering digunakan 

Jika kontruksi berpikirnya seperti ini maka pertanyaan retoris yang kami ajukan sebagai berikut:

  • Untuk apa ada pelajaran Bahasa Indonensia di sekolah?
  • Untuk apa ada guru Bahasa Indonesia, dan
  • Untuk apa tim penerintahan belajar Bahasa Indonessia?

Hadirin sekalian,

Mari kita rajut kembali pernyataan yang menyesatkan ini.

Pertama kedudukan Bahasa Indonesia bukan saja sebagai bahasa pengantar, tetapi juga berfungsi sebagai bahasa nasional.

Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional maka fungsinya sebagai bahasa formal di sekolah-sekolah, termasuk di SMK. Oleh karena itu, sangat penting untuk dipelajari dan dilestarilan oleh generasi mudanya.

Itu berarti Bahasa Indonesia harus digunakan di sekolah sekolah formal. Termasuk di SMK.

Apabila tim pemerintah hanya menganggapnya sebagai bahasa pengantar maka bisa kami maknai sebagai pemahaman yang tidak komprehensif; sebab mengabaikan kedudukan Bahsa Indonesia sebagai bahasa nasional. 

Oleh karena itu, kami tim oposisi dengan tegas menolak mosi ini dan tetap mendukung adanya penggunaan pelajaran Bahasa Indonesia di SMK; karena kedudukannya sebagai bahasa nasional.

Dewan juri dan hadirin sekalian, 

Demikian argumentasi kami, selanjutnya kami kembalikan kepada moderator.

Anak - anak sekalian, seperti itu contoh pembicara 1 pro dan kontra beradu argumentasi.

Mengapa seperti itu?

Jawabannya silakan baca tulisan sebelumnya yang berjudul apa itu debat?, jawabannya bukan adu argumentasi.

Penting untuk pembaca umum!

Tulisan ini adalah materi lomba debat yang lazim dipakai dalam LDBI tingkat nasional (pelajar dan mahasiswa), jadi bukan debat kusir di pinggir jalan atau pun debat kandidat calon presiden. Jadi mohon bijak dalam mencermati tulisan sederhana ini.

Posting Komentar untuk "Penjelasan Lengkap Tentang Debat Parlemen Asia, Disertai dengan Contoh Tugas Pembicara Pertama Tim Pro dan Kontra"